Home » Artikel Wisata » Di Toraja, Jenazah Bayi Dimakamkan di Pohon

Di Toraja, Jenazah Bayi Dimakamkan di Pohon

Tuesday, December 9th 2014. | Artikel Wisata

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA

KABUPATEN Toraja Utara dan Kabupaten Tana Toraja di Sulawesi Selatan memiliki keunikan tersendiri dalam upacara pemakaman jenazah. Jenazah orang dewasa biasanya dimakamkan di goa, batu, atau tebing dengan dibuat lubang untuk menempatkan peti jenazah. Lantas bagaimana jika yang meninggal masih bayi?

Kuburan bayi tersebut salah satunya bisa ditemukan di Kambira, Kabupaten Tana Toraja. Selasa (18/11/2014), peserta Famtrip Destination Management Organization (DMO) Toraja yang terdiri dari para biro perjalanan asal Bali, Yogyakarta, Jakarta, Singapura, dan Malaysia menyempatkan diri mampir ke Baby Grave Kambira.

Untuk mencapai lokasi pemakaman, wisatawan akan diajak berjalan kaki menuruni anak tangga yang tak jauh dari lokasi pintu masuk Baby Grave Kambira. Dengan membayar tarif masuk sebesar Rp 10.000, langkahkan kaki menuruni anak tangga memasuki hutan bambu yang rindang. Di tengah rimbunan bambu, berdiri sebatang pohon yang menjulang tidak terlalu tinggi. Namun, di batang pohon itu dipenuhi bentuk kotak-kotak dan ditutupi ijuk.

“Ini namanya pohon taraa’ dan digunakan sebagai tempat menguburkan jenazah bayi. Sekitar 10 tahun yang lalu pohon-pohon yang sudah berusia ratusan tahun itu terkena petir,” kata A Soba, pemandu wisata Famtrip DMO Toraja, memberikan penjelasan. Memang terlihat tinggi pohon taraa’ tersebut agak terpotong dan hanya menyisakan batang pohon.

Soba melanjutkan, bayi yang meninggal dan dimakamkan di pohon ini syaratnya berusia di bawah 6 bulan, belum tumbuh gigi susu, belum bisa jalan, dan masih menyusui. “Bayi dengan kondisi seperti itulah yang dianggap masih suci. Spirit pohon menjaga bayi ini,” katanya.

Menurut Soba, pemakaman bayi pada sebatang pohon ini dalam bahasa Toraja disebut Passilliran dan hanya dilakukan oleh masyarakat Toraja yang menganut Aluk Todolo (kepercayaan terhadap leluhur).

Pohon taraa’ sengaja dipilih sebagai tempat menguburkan bayi karena memiliki banyak getah yang dianggap sebagai pengganti air susu ibu (ASI). “Dengan menguburkan bayi di pohon taraa’, orang Toraja menganggap bayi tersebut dikembalikan ke rahim ibunya,” katanya.

Lantas bagaimana proses pemakamannya? Soba menjelaskan, pohon taraa’ tersebut dilubangi dengan diameter seukuran bayi. Kemudian jenazah bayi diletakkan dalam lubang pohon tanpa dibungkus. Selanjutnya, lubang ini ditutup dengan menggunakan ijuk.
Terlihat di batang pohon taraa’ beberapa lubang yang sudah dilapisi ijuk tersusun rapi. Tak ada bau yang tercium dari lubang pohon tersebut. Hanya desiran pohon bambu terasa menyejukkan tubuh pada siang hari yang terik itu. Seusai mengunjungi Baby Grave Kambira, jangan lupa membeli oleh-oleh khas Toraja.

Sumber: travel.kompas.com

Keywords: Paket Wisata Makassar, Paket Wisata Toraja, Toraja Tour, Tour Toraja, Tour Makassar, Tana Toraja, Paket Kunjungan Kerja Makassar, Kunjungan Kerja Makassar, Tongkonan Toraja, Museum Ne’ Gandeng, Pallawa, Batutumonga, Pantai Losari, Bori, Ranteallo, Kete Kesu, Malino, Maros.

Related For Di Toraja, Jenazah Bayi Dimakamkan di Pohon

Comment For Di Toraja, Jenazah Bayi Dimakamkan di Pohon